*/

March 8, 2013

Bacaan Bangkit Dari Ruku’ dan Doa I’tidal

Asalamu'alaikum
Bismillah
Kali ini saya post tentang agama islam lagi.
Agama islam itu penting menurut saya.
Bila anda tidak mengaji atau tidak hafal bacaan bacaan shalat kali ini saya akan berikan baccan bangkit dari Ruku dan Doa I'tidal.
Semoga post kali ini lebih bermanfaat dari post sebelum nya.
Bangkit dari ruku’ membaca:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya” 
Kemudian setelah berdiri lurus, mengucapkan salah satu doa berikut:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
“Wahai Rabb kami, dan hanya bagi-Mu segala puji” 
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ
“Wahai Rabb kami, hanya bagi-Mu segala puji”
اللَّهُـمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
“Ya Allah, wahai Rabb kami, dan hanya bagi-Mu segala puji”
اللَّهُـمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ
“Ya Allah, wahai Rabb kami, hanya bagi-Mu segala puji”
Terkadang menambahkan dengan doa:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ، حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ
“Wahai Rabb kami, dan hanya bagi-Mu segala puji, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah.” 
مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ اْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ. أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ، وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ. اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
“(Aku memuji-Mu dengan) pujian sepenuh langit dan sepenuh bumi, sepenuh apa yang di antara keduanya, sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu. Wahai Tuhan yang layak dipuji dan diagungkan, Yang paling berhak dikatakan oleh seorang hamba dan kami seluruhnya adalah hambaMu. Ya Allah tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan dan tidak ada pula yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, tidak bermanfaat kekayaan bagi orang yang memilikinya, hanya dari-Mu kekayaan itu.” 
لِرَبِّـي الْـحَمْدُ، لِرَبِّـي الْـحَمْدُ
“Segala puji hanya bagi Rabb-ku, Segala puji hanya bagi Rabb-ku.”
Rasulullah mengulang bacaan ini berkali-kali [dalam shalat lail] sampai lama I’tidalnya hampir sama dengan [lamanya] dengan berdiri shalat sesudah takbiratul ihram, padahal beliau membaca surat al-Baqarah

No comments:

Post a Comment